Kata Pengantar

Selamat datang di blog dBoratow, ini merupakan wadah gue dalam mengeksplor seluruh keberadaan gue, tentunya bukan tubuh daging. Para pengunjung diperkenankan berkomentar atas keberadaan gue, dengan catatan yang santun, membangun dan bersahabat. Sehingga dari komentar2 pengunjung eksistensi diri gue dibangun, diubah menjadi baru, menjadi baru, menjadi baru. Sehingga kelak diri gue bukannya gue lagi seperti ketika gue lahir, tapi jadi dboratow yang nenek-nenek.

Jumat, Mei 09, 2008

Aku Harus Hidup

dbo
Tulisan ini pernah saya muat di Blog sekolah SMU Negeri I Banjarbaru Kota KSI Plasa.com ketika saya masih sekolah di SMU itu, namun karena tidak ada yang berkunjung ke blog sekolahku, tulisan itu kupindah ke blog ini dBoratow. Diharapan dengan kepindahan ini ada teman atau tamu yang berkunjung ke blog ini sudi meluangkan waktu untuk sedikit memberi komentarnya. Tulisanku itu begini:
Pagi-pagi ketika aku sarapan, tau-tau pikiranku tersentak jatuh kasihan memegang seekor ikan saluang goreng yang akan aku jadiin teman nasi sarapanku.Terbayang olehku dia harus mati supaya aku bisa hidup. Betapa manusia itu rakus, serakah. Untuk bisa hidup harus mengorbankan kesempatan hidup individu lain.Ternyata setelah kurenungkan, tidak hanya sekawanan saluang goreng yang telah kehilangan kesempatan hidup, tetapi juga sepiring nasi yang adalah individu-individu padi/gabah/banih yang entah berapa jumlahnya telah kehilangan kesempatan hidup gara-gara AKU HARUS BISA HIDUP. Itu baru sekali sarapan. Kalau aku sekarang ini sudah SMA. Entah berapa makhluk hidup yang telah kehilangan kesempatan hidup karena AKU HARUS HIDUP, aku tak bisa menghitung. Itu tidak hanya saluang dan beras, masih banyak lagi. Patin, harusan, papuyu, Ayam, Bebek, kambing, Sapi, dsb telah kehilangan nyawanya karena AKU HARUS BISA HIDUP. Benarkah manusia bisa hidup harus dengan menghilangkan nyawa sesama makhluk hidup???????Oh.... omnivora-omnivora. Seandainya nenek moyangku tidak mengajari aku menghilangkan kesempatan hidup makhluk hidup lain supaya AKU HARUS BISA HIDUP, tentu manusia tidak menjadi pemangsa sesama hidup.Kita bisa bernafas menghirup oxigen, karena kebaikan flora si hijau daun.Mestinya manusia masih bisa hidup dengan mengkonsumsi dedaunan, yang tidak harus menghilangkan kesempatan hidup tumbuhan penghasil daun.Tapi bagaimanapun juga perilaku manusia sudah terlanjur jadi pemangsa sesama makluk hidup.Mungkinkah dirubah????? sulit dibendung, bahkan sekarang ini perilaku manusia ada yang tega merebut kesempatan hidup sesama manusia, meskipun tidak dalam arti manusia makan manusia (kayak sumanto), tapi mematikan usaha teman, merebut usaha teman, mengambil paksa milik teman, pada dasarnya adalah karena sifat primitif manusia AKU HARUS BISA HIDUP dengan jalan menghilangkan kesempatan hidup.Haruskah sifat primitif ini terus dipelihara manusia?Negara dibentuk, hukum dibuat, penegak hukum dipasang, pelaksana pemerintahan dipilih, tidak lain adalah supaya manusia tidak menjadikan yang satu srigala bagi yang lain (homo homini lupus). Tapi nyatanya????? sifat primitif itu begitu melekat turun temurun.

2 komentar:

Chacha mengatakan...

Bujur jua renungan ikam Bo ae. Napalah kita ni musti menghilangkan kesempatan hidup makhluk lain supaya kita hidup, kadada kah cara lain.

Anonim mengatakan...

He'eh jua Cha lah?
Tapi kayapalah, dunia sudah terlanjur kayatu, dari zaman batu sampe wahini. Dunia sudah menganggap itu lumrah. Sama lawan pikiran lumrah dunia wayah Newton betakun "Napalah APEL jatuhnya ke bawah?"
Sesuatu yang dilihat behari-hari kaya itutu jua kada dipirakan urang lagi, sebab itu lumrah. Urang nang mamikirakan hal nang lumrah disambati GILA.
Tapi dBoratow ikam jangan takut dipadahakan gila. Cara ikam berfikir sudah selevel Newton.
Temuan-temuan spektakuler dunia berasal dari hasil pemikiran urang gila. Maksudnya tu mau dan berani berfikir beda.
Selamat menggali pikiran yang aneh2